Kita bertanya bukan untuk mencari jawaban, tapi untuk membersihkan pertanyaan.
Sebab di peradaban yang telah majun ini kita tidak kekurangan jawaban.
Bahkan dengan teknologi, mencari jawaban adalah sesuatu yang sangat mudah.
Tapi yang jelas kita tidak punya adalah pertanyaan yang tepat.
Pertanyaan palsu diajukan dengan tujuan agar,
kita cepat tenang, atau sudah ada jawaban diam-diam,
bahkan mungkin untuk mencari pembenaran.
Atau setidaknya, agar kita tidak merasa sendirian.
Misalnya,
- “Benar kan kalau hidup itu memang begini?”
- “Bukankah semua ini ujian Tuhan?”
- “Harusnya saya ikhlas, kan?”
Ini bukan bertanya. Ini mencari selimut.
Pertanyaan yang hidup justru kebalikan dari semua itu.
Ia justru bisa membuka risiko,
Membuat kita semakin bingung dan tidak tahu harus ke mana.
Membuat kita menjadi diam dan takut berbicara.
Bahkan bisa mengguncang identitas yang selama ini terpelihara.
Misalnya,
- “Siapa ‘aku’ yang ingin ikhlas itu?”
- “Jika semua ini kehendak Tuhan, apa arti kehendakku?”
- “Apa yang sebenarnya saya lindungi dengan keyakinan ini?”
Pertanyaan seperti ini tidak nyaman. Itu tandanya tepat.
Pertanyaan yang hidup itu bukan sekedar mencari jawaban. Melainkan membongkar asumsi yang ada dibalik pertanyaan biasa.
Pertanyaan palsu: “Bagaimana cara menemukan makna hidup?”
Pertanyaan hidup: “Mengapa saya menganggap hidup harus punya makna?”
Kita membongkar asumsi bahwa “hidup harus punya makna”
Disinilah kita mulai menggali lebih dalam.
Sebab kenyataannya, kita tidak mungkin bisa menemukan makna hidup,
Bila kita tidak tahu kenapa makna hidup itu harus ada
Socrates tidak memberi jawaban.
Ia membuat orang tak lagi nyaman dengan jawaban mereka sendiri.
Aporia
Untuk mencapai pertanyaan yang hidup, berhentilah:
- Mengutip tokoh untuk menghindari kejujuran
- Mengganti kegelisahan dengan istilah canggih
- Mengira kebingungan sebagai kegagalan
Dan teguhlah pada prinsip:
- Jangan buru-buru “selesai”
- Izinkan pertanyaan menggantung
- Biarkan ia bekerja di bawah sadar
Biarkan pertanyaan itu terbawa ke aktivitas sehari-hari.
Menggantung selama di jalan, selama kerja, selama diam.
Perhatikan apa yang berubah ketika pertanyaan itu tidak diselesaikan…

Leave a comment